Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Agar Pengajuan KPR Rumah Disetujui Bank (Terbukti Efektif)


omiska.com - Memiliki rumah sendiri merupakan impian banyak orang, walaupun begitu impian ini tidak mudah untuk dicapai karena keterbatasan dana. Walaupun adanya program Rumah KPR, ternyata banyak juga nasabah yang pengajuannya ditolak oleh penyedia layanan karena berbagai alasan. Alasan kenapa pengajuan KPR ditolak diantara lain karena riwayat kredit macet, penghasilan bulanan tidak masuk krteria minimum, dan dokumen yang kurang lengkap. 

Nah, agar pengajuan KPR Rumah disetujui oleh bank, pada kali ini kita akan memberikan panduan lengkapnya sebagai berikut. 

1. Pastikan Memiliki Penghasilan yang Stabil

Tentunya Bank akan menilai kelayakan nasabah dari berbagai hal, salah satu penentunya adalah dari kemampuan finansial nasabah. 

Jika Anda merupakan seorang karyawan idealnya sudah bekerja selama 1-2 tahun dengan penghasilan tetap, untuk seorang wirausahawa sudah menjalankan usahanya minimal 2 tahun. Khusus karyawan wajib memiliki slip gaji, sedangkan wiraswasta wajib memiliki laporan keuangan yang valid. 

Tips tambahan, sebaiknya cicilan KPR tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan. 

2. Memastikan Riwayat Kredit Sehat

Pihak penyedia program rumah KPR juga menilai kelayakan nasabah dari riwayat kredit yang dimiliki. Kesehatan riwayat kredit nasabah merupakan salah satu hal yang krusial sebagai penentu permohonan nasabah disetujui atau tidak. Sebelum mengajuka, pastikan Anda tidak mengalami kredit macet di layanan kredit yang lainnya. Anda dapat mengecek SLIK OJK untuk memastikan skor kredit yang aman. 

3. Menyiapkan Uang Muka (DP) Yang Cukup

Sebagai acuannya, DP KPR non subsidi adalah 10% hingga 20%. Dengan DP yang lebih besar maka resiko bank lebih kecil sehingga meningkatkan peluang permohonan untuk disetujui. Untuk KPR Subsidi biasanya memiliki DP yang lebih ringan dan terjangkau. 

4. Memastikan Mutasi Rekening Tetap Sehat

Pihak Bank akan menilai nasabah dengan melihat mutasi rekening 3 hingga 6 bulan terakhir. Hindari saldo Rp.0 terlalu sering, dan usahakan ada tabungan rutin. Jangan setor dana terlalu besat dan mendadak tanpa penjelasan. Rekening yang stabil menggambarkan pengelolaan keuangan nasabah baik. 

5. Melengkapi Dokumen Dengan Rapi

Dokumen yang perlu Anda siapkanantara lain adalah : 

  • KTP, KK, NPWP
  • SLIP Gaji atau Laporan Keuangan
  • Rekening Koran
  • Surat Keterangan Kerja atau Usaha

Dokumen yang lengkap dan rapi yang Anda perisapkan akan memberikan perluang percepatan proses persetujuan KPR.

6. Hindari Mengajukan KPR Ke Banyak Bank Sekaligus

Mungkin ini juga banyak yang dilakukan nasabah saat ingin mengajukan KPR ke Bank. Alih-alih fokus pada satu bank, malah mencoba ke beberapa Bank dengan harapan memberikan peluang lebih besar untuk dapat menikmati program Rumah KPR. 

Hal ini sebenarnya tidak disarankan, karena berpotensi menurunkan skor kredit dan memberikan kesan nasabah beressiko. Sebaiknya pilih salah satu bank terbaik yang sesuai dengan riwayat atau kondisi keuangan Anda. 

7. Gunakan Skema Joint Income (Bagi Yang Sudah Menikah)

Menggabungkan penghasilan suami dan istri akan berpeluang meningkatkan kemampuan bayar, memperbesar peluang permohonan KPR disetujui, dan mendapatkan plafon pinjaman yang lebih tinggi. 

8. Memilih Tenor dan Cicilan Yang Realistis

Tenor lebih panjang = cicilan lebih ringan. Bank sebenarnya lebih menyukai nasabah yang memiliki cicilan yang aman dan masih dapat dijangkau oleh keuangan daripada cicilan besar yang memiliki peluang besar resiko gagal bayar. 


FAQ Singkat

Q : Kenapa KPR sering ditolak?
A : Alasan umumnya dikarenakan riwayat penghasilan belum memeuhi kriteria, riwayat kredit buruk, ataupun dikarneakan dokumen yang tidak lengkap

Q: Apakah PayLater dapat mempengaruhi pengajuan KPR? 
A : Ya, PayLater tergolong hutang, dan tentu ini akan dihitung sebagai beban cicilan

Q : Lebih mudah KPR Subsidi atau Non Subsidi?
A : KPR subsidi lebih mudah, namun yang perlu digarisbawahi ada syarat penghasilan dan rumah tertentu. Anda dapat mengkonsultasikan dengan pihak bank sehingga dapat memberikan opsi terbaik.