Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

6 Bahasa Pemrograman Yang Harus Dikuasai Data Scientist, Apa Saja Itu?

 Bahasa Program Yang Harus Dikuasai Data Scientist

omiska.com - Data Scientist / Science merupakan pekerjaan yang menggabungkan Ilmu Komputer, Statistik, dan Matematika. Data Secientist bertugas untuk mengumpulkan data, menafsirkan, dan menganalisis data baik itu yang terstruktur maupun non-struktur. 

Untuk menjadi Data Scientist sebenarnya tidak memerlukan latar belakang khusus, namun harus memiliki pemahaman yang luas mengenai Big Data dan Matematika. Selain itu ada juga Bahasa Pemrograman yang harus dikuasai oleh Data Scientist. Apa sajakah itu? mari simak artikel ini hingga selesai.

Bahasa Pemrograman Yang Harus Dikuasai Oleh Data Scientist

1. JavaScript

JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang cukup populer para Developer, dan ini merupakan salah satu bahasa program yang harus dikuasai oleh Data Scientist. JavaScript menawarkan sejumlah Library, untuk keperluan membangun Dashboard, Visualisasi Data dan tugas-tugas lainnya. 

2. Python

Python juga merupakan salah satu bahasa pemrograman yang tidak kalah populer di kalangan Developer. Python sering digunakan untuk mengembangkan Web dan Software, dan ini juga merupakan bahasa pemrograman yang dibutuhkan untuk segala pekerjaan Data Scientist. 

Python digunakan untuk memproses data dan penerapan algoritma analisis data. Python memiliki macam-macam modul yang dirancang khusus dengan berbagai layanan online yang menyediakan Python API (Aplication Programing Interface).

Project Data Scientest memerlukan proses Extarction Transformation Loading (ETL), yang dapat dilakukan dengan Python. FYI Python juga memiliki paket Pandas, Tensorflow, dan Scikit Learn yang dapat digunakan aplikasi Machine Learning. 

Karena menggunakan Sintaks yang lebih sederhana, Python merupakan bahasa pemrograman yang mudah dipahami oleh Data Scientist maupun Programmer pemula.

3. Scala

Scala merupakan bahasa pemrograman yang paling perlu dikuasai oleh seorang yang ingin menjadi Data Scientist. Bahasa pemrograman Scala ini merupakan bahasa pemrograman yang mudah dipelajari oleh pemula. Scala memiliki 175 ribu lebih Library, yang dapat mendukung pemrosesan data secara bersamaan. 

4. Julia

Bahasa pemrograman yang harus dikuasai oleh Data Scientist adalah Julia. Julia dirancang untuk kebutuhan komputasi dan analisis numerik, dan bahasa pemrograman ini dapat menerapkan konsep matematika dengan lebih cepat. 

Karena ini merupakan bahasa pemroggraman yang memiliki kinerja yang cepat, Julia sering dimanfaatkan untuk segala pekerjaan Data Scientist dalam menganalisis data. 

5. SQL

Bahasa pemrograman selanjutnya adalah SQL. Bahasa pemrograman ini akan membantu Data Scienist dalam mencau data yang dibutuhkan dalam sebuah kumpulan data yang besar. SQL memungkinkan penggunanya untuk menemukan, menyesuaikan, dan memeriksa kumpulan data dalam volume yang besar. 

6. R

Bahasa pemrograman selanjutnya adalah R, bahasa pemrograman ini nantinya digunakan untuk menangani kumpulan data bervolume besar dan pemrosesan yang kompleks. 

Bahasa pemrograman R digunakan pada berbagai bidang, dikarenkan memiliki package untuk hampir setiap aplikasi statistik dan juga kuantitatif. Misalnya seperti Filogenetik, Regresi Non Linear, dan lain sebagainya.


Demikian pembahasan mengenai bahasa pemrograman yang harus dikuasai oleh Data Scientist. Bagi Anda yang ingin memulai karir sebagai Data Scientist, mulai sekarang cobalah untuk memahami mengenai Big Data dan beberapa bahasa pemrograman yang nantinya dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan Data Scientist. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

close