Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Apa Itu Pemasaran Jasa? Simak Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Strategi nya

Apa Itu Pemasaran Jasa? Simak Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Strategi nya

omiska.com - Pemasaran jasa adalah tindakan yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pelanggan dalam bentuk layanan yang tidak dapat dilihat, dirasakan, didengar atau disentuh tetapi dapat dirasakan oleh konsumen dan mendapatkan manfaatnya.

Jasa adalah tindakan atau kegiatan yang mencakup semua kegiatan output dalam bentuk kinerja yang diterima oleh pelanggan. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa disebut sebagai penerima jasa, sedangkan pelanggan disebut sebagai pengguna jasa. 

Penyedia jasa akan melakukan suatu kegiatan dimana hasilnya akan memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan pengguna jasa. Jenis jasa yang disediakan cukup beragam, namun sekaramg ini layanan jasa sudah mengadopsi teknologi terbaru. 

Salah satu contoh yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah jasa layanan ojek online. Tidak seperti dulu jika ingin menggunakan ojek pengguna harus pergi kepangkalan. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, layanan antar jemput ini juga mengadopsi teknologi terkini sehingga pengguna jasa dapat menggunakan jasa dengan lebih praktis yang dapat diakses melalui ponsel pintar. 


Tujuan Pemasaran Jasa

Ada 2 tujuan pemasaran jasa, yakni Commersial Service dan Non-profit Service

1. Commersial Service

Jasa yang bertujuan untuk mendapatkan laba, misalnya : Usaha jasa cuci mobil atau motor, yang mana cara mendapatkan laba pada jasa ini adalah dengan mencuci mobil atau sepeda motor konsumen. 

2. Non-profit Service

Jasa yang bertujuan untuk kepentingan sosial, misalnya : Museum, jasa ini bertujuan untuk memberikan info kepada pengunjung tanpa mengincar laba. 

Jenis Pemasaran Jasa

Pemasaran jasa terdiri dari beberapa jenis, yakni : 

1. Segmen pasar

Jenis layanan pertama didasarkan pada segmen pasar, dan dibagi menjadi dua :
  • Jasa kepada pelanggan, yaitu layanan yang diberikan kepada pelanggan secara langsung dan pribadi. Misalnya : layanan pembersihan dimaksudkan untuk individu/perorangan. 
  • Jasa untuk organisasi atau perusahaan, sehingga penyedia layanan dapat menyediakan layanan kepada perusahaan atau organisasi. Misalnya : jasa akuntansi dan pajak, jasa konsultasi manajemen, dan lain sebagainya.

2. Tingkat Perwujudan

Jenis kedua didasarkan pada tingkat perwujudan, dan dibagi menjadi tiga jenis:
  • Jasa sewa / rental, dimana penyedia jasa menyewa barang. Misalnya : Motor, DVD, Alat bangunan, dan lain sebagainya.
  • Jasa perbaikan, yaitu jasa untuk memperbaiki barang yang rusak yang dimiliki oleh pengguna jasa. Misalnya : perbaikan motor, perbaikan laptop, service AC, service arloji dan lain sebagainya. 
  • Jasa personal, yaitu penyedia jasa yang menawarkan pelayanan pribadi. Misalnya : sopir pribadi, pengasuh bayi, joki game, dan lain sebagainya. 

3. Keterampilan Penyedia Jasa

Jenis ketiga didasarkan pada keterampilan penyedia layanan, dan dibagi menjadi dua jenis:
  • Jasa profesional, di mana penyedia jasan sudah memiliki legalitas dan sertifikasi. Misalnya : layanan akuntansi dan pajak, dan layanan lainnya yang memerlukan legalitas dan sertifikasi yang tidak dapat dilakukan oleh semua orang.
  • Jasa non-profesional, yaitu jasa yang tidak memerlukan legalitas dan sertifikasi tertentu. Misalnya : security dan supir taksi.

Strategi Pemasaran Jasa

Strategi pemasaran jasa adalah rencana yang secara keseluruhan, yang berkaitan dengan usaha jasa untuk mengubah kepentingan pelanggan potensial untuk menjadi pelanggan yang menikmati produk. Dalam strategi pemasaran jasa ini tentunya memerlukan anggaran khusus yang harus dipertimbangkan. Misalnya biaya promosi, biaya sumber daya, dan lain sebagainya. .

Untuk menyukseskan pelaksanaan pemasaran jasa, tentu memerlukan strategi pemasaran jasa yang diterapkan. Secara umum strategi pemasaran jasa diantara lain adalah : 

1.Rantai Laba

Dalam bisnis jasa, pelanggan dan karyawan jasa lini depan berinteraksi untuk menciptakan jasa. Interaksi yang efektif tergantung pada keahlian karyawan jasa lini depan dan proses pendukung yang mensupport karyawan. Oleh karena itu perusahaan jasa tidak dapat berfokus pada salah satunya saja, seharusnya perusahaan harus memfokuskan perhatian pada pelanggan dan karyawan supaya berhasil. Perusahaan jasa memahami rantai laba-rugi, yang menghubungkan laba perusahaan dengan karyawan dan kepuasan pelanggan.

2. Mengelola Difereniasi 

Penyedia jasa dapat menemukan pesaing, dalam strategi pemasaran jasa sangat diperlukan untuk melakukan diferenisasi jasa . Artinya, memiliki ciri khas jasa yang membuatnya berbeda dari penyedia jasa yang sama dari pesaing lain. Ini perlu dilakukan, karena inovasi yang dilakukan dijamin akan terus diikuti oleh pesaing.

3. Mengelola Kualitas 

Strategi selanjutnya adalah mengelola kualitas layanan yang disediakan sehingga kualitasnya konsisten dan terus meningkat. Ini penting suoaya tidak kalah dan dapat bertahan lebih lama dalam bersaing dipasar dengan para kompetitor. Kualitas jasa perlu diperhatikan, dijaga, dan dikembangkan demi sukses dan meraih kepercayaan pelanggan. 

4. Mengelola Produktivitas 

Selanjutnya adalah mengelola produktivitas jasa, guna supaya dapat meningkatkan produktivitas. Misalnya dengan mengembangkan jenis jasa yang disediakan sambil meningkatkan jumlah karyawan yang akan memberikan jasa kepada pelanggan. Strategi pemasaran jasa ini perlu diterapkan ketika perusahaan telah berkembang.

Dengan begitu, perusahaan dapat melayani pelanggan lebih banyak sekaligus dapat meningkatkan jumlah karyawan. Dengan banyaknya karyawan yang terampil, maka semakin banyak pula pelanggan yang dapat dilayani. 


Mengapa Strategi Pemasaran Jasa Itu Harus Diterapkan?

Tujuan menciptakan strategi pemasaran jasa adalah, supaya produk yang ditawarkan kepada konsumen dapat disampaikan dengan benar.

Oleh karena itu alasan mengapa strategi pemasaran bisnis sektor jasa penting karena perusahaan dapat mengetahui target pelanggan yang tepat, produk yang digunakan, dan rentang anggaran yang dikeluarkan oleh pelanggan. Adapun beberapa contoh layanan pemasaran dalam penilaian konsumen meliputi:

1. Bangun kepercayaan

Anda perlu membuat konsumen penting. Karena seperti itu, layanan Anda akan digunakan untuk waktu yang lama. Jika konsumen telah menunjukkan kepuasannya, maka di situlah Anda mendapatkan kepercayaan dari Konumen. Membantu dengan tulus dan memberikan manfaat yang diharapkan konsumen. Ini adalah kunci dalam membangun kepercayaan.

2. Menciptakan pengalaman bagi konsumen

Setelah meningkatkan penilaian konsumen, kegiatan pemasaran jasa ini akan efektif jika dapat menciptakan pengalaman yang baik untuk pelanggan. Pengalaman ini dapat membantu Anda mencapai nilai layanan terbaik dan meminimalkan risiko yang tidak diinginkan. Berikut adalah klasifikasi penilaian pelanggan : 

  1. Value as A Low Price - Dalam penilaian ini, sedikit pengorbanan yang dilakukan oleh konsumen, untuk mencapai kepuasan sebanyak mungkin.
  2. Value as Wether Consumer Wants In a Product - Penilaian konsumen ini difokuskan pada apa yang diterima dalam layanan yang disediakan oleh perusahaan.
  3. Value as The Quality Consumer Gets For The Price They Pay - Hal lain dengan penilaian konsumen yang membandingkan kualitas yang diperoleh dengan apa yang dibayarkan.
  4. Value as What The Consumer Get For What They Give - Penilaian ini juga dapat mempertimbangkan konsumen dalam menilai kualitas produk atau layanan yang terjadi.


Akhir kata, itulah penjelasan mengenai pengertian penjelasan jasa, tujuan, jenis dan strategi nya. Dengan membaca artikel ini semoga Anda sudah memahami atau setidaknya mulai memahami sedikit mengenai pemasaran jasa dan bagaimana pentingnya pemasaran jasa dala bisnis. Semoga informasi ini bermanfaat ya!
close