Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Double Standard? Begini Penjelasannya..

 

Apa Itu Double Standard?


omiska.com - Double Standard atau standar ganda merupakan ukuran moral yang membuat penilaian, perilaku, reaksi atau sikap yang berbeda terhadap subjek yang berbeda mengenai sebuah kasus yang serupa. 

Misalnya seperti pernyataan wanita menangis itu wajar, sedangkan jika pria yang menangis dianggap lemah. 

Pria yang berani mengungkapkan pendapatnya dianggap berjiwa pemimpin, sedangkan wania yang menyarakan opininya dianggap agresif, dan cenderung dianggap suka mengatur.

Jika pria memiliki bulu dibagian tubuh seperti tagan, kaki, ketiak, dan bagian lainnya mungkin ini dianggap wajar. Sedangkan jika wanita yang memiliki banyak bulu dianggap tidak merawat diri dengan baik.

Ketika menonton pertandingan sepak bola kaki, tidak jarang kita melihat banyak penonton yang memakai atribut sebagai bentuk dukungan untuk klub bola kesukaan mereka. Namun beda hal nya dengan Fandom, mereka biasanya mengenakan atribut yang mewakili selebriti maupun musisi yang mereka gemari. Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menunjukan dukungannya kepada idola mereka. Namun kedua kelompok ini mendapat penilaian yang berbeda, jika pendukung klub sepak bola menggunakan atribut sebagai bentuk dukungannya, ini dianggap hal yang wajar. Sedangkan Fandom yang melakukan hal yang demikian dianggap orang aneh, dan jika mengidolakan anime dengan menggunakan Cosplay dianggap Wibu. 

Misalnya jika adanya pertikaian didalam suatu hubungan pria dan wanita dengan adanya kekerasan, pria lah yang dianggap pelakunya dan wanita menjadi korbannya. Mereka menganggap tidak mungkin wanita yang melakukan kekerasan kepada pria, jadi dengan begitu banyak orang yang berasumsi pria lah pelakuknya. Kasus ini sangat mirip dengan pasangan selebriti Jhony Deep dan Amber Heard. 

Jika sudah memahami apa itu Double Standard, pasti kamu sudah sering menemukan hal-hal serupa baik di kehidupan sehari-hari maupun di sosial media. Penilaian moral seperti itu sering kita temukan, untuk mengadili perilaku orang lain yang beda, gender, agama, kelompok, bahkan ras. 

Sebenarnya masih banyak contoh Double Standard lainnya di kehidupan sehari-hari. Setelah kamu memahami apa itu Double Standard atau Standar Ganda, kamu akan lebih peka dan akan lebih sering menemukannya baik di kehidupan sehari-hari maupun di sosial media.