Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Jangan Sampai Ketipu! Inilah Ciri Ciri Investasi Bodong Yang Harus Di Waspadai

Ciri Ciri Investasi Bodong Yang Harus Dihindari

omiska.com - Belakangan ini investasi merupakan pembicaraan yang cukup menarik. Apalagi sudah banyak broker investasi hingga edukasi tentang investasi sehingga banyak masyarakat yang sudah melek dengan investasi. 

Banyak orang berharap dengan investasi dapat memiliki kebebasan finansial di masa depan. Setiap orang memiliki tingkat resiko investasi, ada yang menyukai return yang tinggi namun memiliki resiko yang tinggi pula, ada pula yang ingin memiliki return yang stabil dengan resiko yang lebih rendah. 

Karena fenomena investasi yang begitu populer, sekarang ini banyak oknum yang menawarkan ivestasi bodong dengan memberikan harapan atau iming-iming dengan return yang lebih besar dengan cara yang instant. 

Hal ini tentu akan berdampak kerugian pada para investor, tak sedikit investasi bodong yang mengaku bagian dari broker investasi yang terkemuka. Maka dari itu, ada baiknya mencoba menghindari investasi bodong dan cobalah investasi pada broker yang resmi dan sudah diawasi oleh OJK. 

Ketahui investasi bodong dengan ciri-ciri sebagai berikut : 


1. Menawarkan Keuntungan Yang Tinggi dan Tidak Masuk Akal

Ciri investasi bodong pertama adalah, biasanya para oknum akan memberikan iming-iming dengan menawarkan keuntungan atau return yang besar. Walaupun tujuan investasi adalah untuk mendapatkan untuk setinggi-tingginya, namun keuntungan tersebut harus masuk akal. 

Biasanya keuntungan investasi yang tertinggi mulai dari 10% hingga 20%, jika keuntungan yang ditawarkan melebihi itu maka anda patut mencurigai dan mencoba mencari tahu lebih dalam mengenai penawaran investasi tersebut. 

2. Diminta Mencari Nasabah Baru

Biasanya oknum yang menawarkan investasi bodong akan meminta investor untuk mencari nasabah yang baru. Hal ini sama seperti member get member seperti yang terjadi di Multi Level Marketing (MLM). Para investor akan didesak dan dipaksa untuk mencari nasabah baru oleh oknum investasi bodong. 

Jika hal ini kamu temui disalah satu penawaran investasi, maka sebaiknya cobalah berhenti untuk menghindari hal-hal buruk yang terjadi nantinya. 

3. Tidak Memiliki Izin Yang Jelas

Investasi bodong biasanya tidak memiliki izin atau dapat dikatakan perizinannya bermasalah. Hal ini karenakan investasi ini bersifat ilegal, dan tentu tidak akan mendapat izin dari OJK. Untuk mengetahuinya, anda dapat mencari tahu apakah investasi yang ditawarkan sudah mendapatkan izin dari OJK atau belum. Jika anda menemukan bahwa insvestasi tersebut tidak memiliki izin, maka tinggalkan saja daripada uang yang anda investasikan tidak aman.


 

4. Keuntungan Hanya Dalam Waktu Singkat

Ciri investasi bidong berikutnya, oknum investasi bodong biasanya memberikan iming-iming keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat dan instant. 

Konsep investasi pada dasarnya adalah, investasi dalam jangka pendek dengan resiko yang kecil akan memberikan return yang rendah. Sebaliknya, jika investasi dalam jangka panjang dan memiliki resiko yang tinggi, maka kemungkinan akan memberikan return yang tinggi.

Jika investasi bodong, para oknum akan memberikan iming-iming mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang singkat dan memiliki resiko yang rendah. Hal ini yang membuat banyak masyarakat terjebak, apalagi bagi mereka yang masih awam.

5. Pengelolaan Dana Tidak Transparan

Investasi yang jelas pasti. dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan terpercaya. Dana yang dikelola manajer investasi bersifat transparan,

Pengelolaan uang dari oknum investasi bodong biasanya tidak transparan, dan saat ditanya kepada mereka biasanya mereka enggan memberitahu dengan alasan yang bermacam-macam untuk menutupi ketidaktahuan mereka untuk menjawabnya. 

Investasi yang seperti ini harus anda waspadai, karena seharusnya investasi yang sehat pasti akan dikelola oleh manajer investasi secara transparan. 

6. Cara Penjualan Aset Terkesan Abal-Abal

Ciri investasi bodong berikutnya adalah, cara penjualan aset investasi di platform yang digunakan terkesan abal-abal dan tidak resmi. Aset investasi biasanya berupa saham, reksadana, emas, dan lain sebagainya. 

Akhir kata, itulah beberapa ciri investasi bodong yang harus anda waspadai. Jangan tergiur dengan keuntungan yang tinggi dengan modal yang minim apalagi keuntungan akan didapat dalam waktu yang singkat. Ini malah terkesan mengada-ngada, para oknum menggunakan cara seperti ini tentu untuk dapat menarik lebih banyak korban.
close