Jangan Panik! Begini Cara Mendeskripsikan Diri Saat Wawancara Kerja

Begini Cara Mendeskripsikan Diri Saat Wawancara KerjaBegini Cara Mendeskripsikan Diri Saat Wawancara Kerja

omiska.com - Hallo Jobseeker, saat mengkuti seleksi penerimaan kerja pasti kamu pernah berada di tahap wawancara atau wawancara, baik itu pada wawancara awal maupun wawancara terakhir. Pada saat saat wawancara peserta akan dimintai untuk mendeskripsikan diri sendiri. Misal " Coba dekskripsikan diri anda" atau " Coba ceritakan diri anda". 

Namun masalahanya, sebagian orang masih bingung cara mendeskripsikan diri dengan benar. Mendeskripsikan diri saat wawancara kerja ini merupakan tahap yang penting, karena pewawancara dapat lebih mengenal anda. Namun, masih banyak pelamar yang masih bingung bagaimana cara mendeskripsikan diri yang benar dan profesional. 

Nah, bagi Jobseeker yang akan mengikuti seleksi wawancara, coba simak cara mendeskripsikan diri sebagai berikut : 


1. Memperkenalkan Nama, Nama Panggilan, Tempat Lahir dan Tempat Tinggal

Tahap pertama, anda dapat memperkenalkan nama anda, nama panggilan anda, tempat lahir dan tempat tinggal. Hal ini merupakan tahap awal dalam memperkenalkan diri, sayangnya ada juga yang melupakan hal ini bahkan langsung menceritakan hal lainnya, seperti riwayat pendidikan, berasal dari perusahaan mana dan lain sebagainya. 

Misalnya : "Nama saya Muhammad Ali, biasa dipanggil Ali. Saya lahir di Banda Aceh dan sekarang saya tinggal di Lhokseumawe".


2. Menjelaskan Riwayat Pendidikan Anda

Setelah memperkenalkan nama, anda dapat menjelaskan riwayat pendidikan anda. Pendidikan yang anda jelaksan adalah pendidikan terakhir saja. Misalnya anda merupakan lulusan dari Universitas A dan mengambil jurusan Akuntansi, anda dapat menjelaskan seperti :

"Saya sarjana Akuntansi dari Universitas A, yang lulus pada tahun 2018"


3. Menjelaskan Pengalaman

Saat menceritakan pengalaman kerja, anda dapat menjelaskan berapa lama anda bekerja di perusahaan sebelumnya, bagaimana peran anda pada perushaan, dan pengalaman berharga apa yang pernah anda temukan disana. 

Bagi anda yang belum memiliki pengalaman kerja, anda juga dapat menjelaskan pengalaman magang atau PKL (Praktik Kerja Lapangan) saat kuliah dan ceritakan pengalaman kamu selama mengikuti program tersebut. Misalnya kegiatan atau pekerjaan apa saya yang pernah anda lakukan, dan berapa lamanya anda mengikuti program magang atau PKL. 


4. Menjelaskan Keahlian Anda

Tahap berikutnya adalah, anda dapat menjelaskan keunggulan anda dan menceritakaan pengalaman anda. Keungulan yang harus anda ceritakan harus berkaitan dengan posisi yang ingin kamu lamar. Misalnya anda memiliki keahlian Programing, anda dapat menjelaskan dengan ringkas mengenai programing. 

Anda dapat menjelaksan bahasa program apa saja yang pernah anda pelajari, maupun yang telah anda kuasai hingga sekarang dan lebih baik lagi anda menceritakan project programing apa saja yang pernah anda kerjakan atau sedang dikerjakan.


5. Menjelaskan Motivasi Anda

Yang terkahir yang perlu anda jelaskan adalah mengenai motivasi anda melamar pekerjaan diperusahaan. Dalam menjelaskananya anda harus antusias dan yakin dengan kemampuan dan pengalaman anda dapat memberikan kontribusi yang baik untuk perusahaan. 

Misalnya "Saya pribadi sangat senang dengan pekerjaan pada posisi (sebutkan posisi) karena saya memiliki pengalaman di bidang ini. Saya ingin memberikan kontribusi yang positif untuk perusahaan, dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki".



Akhir kata, itulah beberapa cara mendeskripsikan diri saat wawancara kerja. Pada saat wawancara usahakan tetap tenang, untuk menghindari "ngeblank" sehingga anda lupa mengenai jawaban yang anda persiapkan sebelumnya. Saat mendeskripsikan diri berikan jawaban belebihan dan terkesan angkuh, karena ini dapat menjadi penilaian dari pewawancara. 

Semoga artikel ini bermanfaat, dan dapat membantu anda untuk menjelaskan bagaimana cara mendeskripsikan diri anda saaat wawancara kerja. Good luck!!