Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

4 Tips Menghindari Investasi Bodong Supaya Tidak Menjadi Korban Penipuan

Tips Menghindari Investasi Bodong


omiska.com - Sejauh ini pasti anda pernah mendengar Investasi Bodong, istilah ini pasti sering anda dengar dilingkungan anda atau bahkan di media berita yang membahas bagaimana kedok dan kerugian yang dialami masyarakat sebagai korban investasi bodong. Sebelum membahas mengenai cara mengindari investasi bodong, ada baiknya anda mengetahui dulu definisi investasi. 

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, investasi adalah sebagai bentuk penanaman uang atau modal di suatu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Sementara itu definisi investasi menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi adalah penanaman modal , yang biasanya alam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham dan surat berharga untuk memperoleh keuntungan. Jadi, sederhananya investasi adalah sebuah kegiatan penanaman modal dalam perusahaan. 

Walaupun telah banyak sekuritas resmi yang telah diawasi oleh OJK, namun tetap saja banyak masyarakat yang terjerumus dalam investasi bodong dengan iming-iming keuntungan yang besar. Kasus ini bukan terjadi sekali dua kali, bahkan sangat banyak masyarakat yang mengalami kerugian karena terjemrumus investasi bodong, mulai dari kerugian yang kecil hingga yang besar. 

Nah, untuk dapat menhindari tawaran-tawaran investasi bodong yang akan menjerumuskan anda, ada baiknya sebelum berinvestasi ikuti langkah-langkah berikut ini : 


1. Jangan Mudah Tergiur Iming-Iming Keuntungan Yang Lebih Besar

Waspadai jika anda ditawarkan dengan investasi, yang berpotensi memberikan anda keuntungan yang lebih besar. Biasanya pelaku memberikan "Angin surga" untuk dapat menjaring masyarakat, contohnya seperti invetasi dengan modal kecil, dapat memberikan keuntungan yang jauh lebih besar atau berlipat-lipat ganda. 


2. Memeriksa Dokumen Perizinan Perusahaan Investasi

Setiap perusahaan atau lembaga produk keuangan yang menghimpun dana masyarakat , seharusnya telah mendapatkan izin resmi dari instansi terkait seperti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)  atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) dan izin-izin yang lain. Pastikan juga perusahaan atau lembaga investasi tersebut ada didalam daftar di OJK, yang dapat anda lihat di situs resminya. 

Jika anda diberikan bukti perizinan berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), izin tersebut tidak berlaku untuk pengelolaan investasi yang dihimpun dari dana masyarakat. 


3. Memahami Bagaimana pengelolaan Dana Investasi

Sebuah investasi yang baik dan sehat pastinya akan mengalami siklus. Jadi kenaikan dan penurunan hasil investasi adalah hal yang lumrah terjadi. Jadi jika anda mendapatkan tawaran investasi yang nekat menjanjikan hasil yang pasti, tidak ada kerugian, dan cenderung mendapatkan return yang tinggi maka saat itu pula anda harus lebih waspada. 


4. Menggali Informasi 

Point keempat ini adalah point dasar dan paling efektif untuk terhindar dari investasi bodong. Sebelun anda memutuskan berinvestasi, gali dulu informasi mengenai lembaga keuangan atau perusahaan. Anda dapat mencari tahu informasi mengenai perusahaan tersebut dari pengalaman-pengalaman orang lain di youtube, forum investasi, atau blog-blog pribadi yang membahas pengalaman berinvestasi pada lembaga keuangan atau perusahaan tersebut. 


Jadi kesimpulannya, untuk menhindari investasi bodong anda harus lebih jeli dalam memilih lembaga keuangan atau perusahaan khususnya yang menghimpun dana masyarakat. Pastikan telah mendapati izin resmi dan terdaftar didalam daftar OJK yang dapat anda ada lihat di website resminya. Anda juga harus berfikir lebih rasional, jangan tergiur dengan keuntungan berlipat-lipat ganda yang returnnya tidak masuk akal. 

close