Tips Mengelola Keuangan Anak Milenial Dan Generasi Z Yang Benar

Tips Mengelola Keuangan Anak Milenial


omiska.com - Dewasa ini, peradaban dunia semakin modern banyak perubahan yang kita rasakan saat ini dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Apalagi sekarang ini generasi milenial maupun generasi Z, telah banyak mendominasi didalam dunia kerja. Salah satu alasannya adalah karena di kehidupan mereka sekarang, mereka lebih familiar dengan perkembangan teknologi saat ini. 

Yang membedakannya dengan orang tua dulu, generasi milenial maupun generasi Z memiliki cara mengelola uang yang berbeda. Orang tua dulu lebih suka menginvestasi uangnya yang akan bermanfaat di kemudian hari, misalnya seperti investasi tanah maupun emas. 

Tidak seperti sekarang ini orang-orang dapat berinvestasi pada produk keuangan seperti investasi saham, maupun Cryptocurency. Kehidupan orangtua jaman dulu jauh lebih hemat dibandingkan dengan generasi milenial dan generasi Z saat ini. Benar? 

Alasan mengapa generasi milenial maupun generasi Z cenderung lebih boros, dikarenakan segala sesuatu mudah dibeli hanya dengan menggunakan smartphone saja. Apalagi sekarang ini banyak layanan pinjaman online atau Pinjol atau Paylater yang dapat memudahkan mereka dapat berbelanja segala kemauan walau dibayar secara kredit/cicilan. 

Nah, bagi kamu yang ngerasa boros dan tidak pintar dalam mengelola keuangan. Yuk simak tips mnegelola keuangan anak milelial dan generasi Z dengan benar. 


1. Memiliki Tujuan

Tips pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan tujuan keuangan yang jelas. Dengan memiliki tujuan yang jelas, maka ini akan membuatmu sedikit termotivasi agar tidak boros dan dapat fokus ke tujuanmu. 

Untuk mengatur keuangan, kamu dapat menggunakan metode 50 20 30, yang artinya 50% untuk kebutuhan pokok atau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, 20% untuk menabung atau investasi, dan 30% dapat digunakan membeli apa yang kamu inginkan seperti baju, celana, atau tas baru dan lain sebagainya. 


2. Usahakan Jangan Mudah Berhutang Apalagi Tidak Mendesak

Untuk dapat memiliki finansial yang sehat, kamu juga harus dapat menahan diri dari berhutang, kecuali saat situasi mendesak saja. Situasi mendesak misalnya ada kejadian yang tak diinginkan, seperti sakit ingin berobat, laptop rusak, atau kebutuhan untuk pulang ke kampung halaman namun sayangnya kamu tidak memiliki cukup uang. 

Tidak disarankan untuk berbelanja menggunakan fitur Paylater di situs E-commerce maupun pinjol untuk membeli barang yang kamu inginkan. Hal ini akan membuat kamu akan terus fokus menyisihkan uang untuk angusran/cicilan sehingga kamu pun akan susah menabung. 

Hal ini akan berdampak besar pada kondisi finansial kamu, jika menginginkan membeli sesuatu lebih bijaknya menabung dulu dan kamu dapat membeli dan menggunakan barang tersebut dengan puas tanpa memikirkan biaya cicilan setiap bulannya. 


3. Belajar Investasi Mulai Sekarang

Tips mengelola keuangan berikutnya adalah dengan cara belajar dan mulai untuk berinvestasi. Banyak ragam pilihan produk keuangan untuk di investasikan, selain itu kamu juga dapat menginvestasi emas. Sekarang banyak sekuritas yang menyediakan berbagai fitur investasi yang sangat berguna untuk penggunanya dan sangat User friendly sehingga sangat mudah dipahami oleh pemula. 

Untuk produk keuangan, kamu dapat investasi di Saham, Pasar uang, Obligasi, dan bagi kamu yang ingin resiko lebih rendah, Reksadana adalah pilihan yang tepat. 

Untuk mulai investasi produk keuangan tak mesti mengeluarkan biaya yang besar, karena kamu dapat mulai berinvestasi mulai dari Rp.100.000 dan ada pula yang lebih terjangkau yakni Rp.10.000 saja. Dengan memulai dengan harga yang kecil, kamu dapat belajar dan memahami lebih dalam bagaimana cara berinvestasi yang tepat sehingga kamu dapat menentukan dengan cara menganalisis pasar. 

Dengan nominal yang kecil itu, akan menjadi besar jika kamu dapat membiasakan diri untuk berinvestasi atau konsisten. Kamu dapat menyisihkan uang bulananmu sebesar 20% untuk berinvestasi. 

Tidak seperti dulu, kamu dapat mulai berinvestasi dengan harga yang terjangkau. Jadi tidak ada lagi alasan tidak memiliki uang yang besar untuk investasi, karena ini tergantung niat dan kemauanmu. 


4. Menyiapkan Dana Darurat

Kamu juga jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat, ini berguna saat kamu sedang mengalami situasi dimana ada kejadian tak terduga yang memungkinkanmu untuk mengeluarkan sejumlah uang. Dengan adanya dana darurat ini, kamu tak perlu berhutang kesana kesini saat kamu memang benar-benar sangat membutuhkan uang saat itu. 

Kamu dapat menyimpan dana darurat ini dari menyisihkan gaji kamu, dan buatlah tabungan khusus dana darurat jika perlu. Hal ini perlu di antisipasi karena tidak ada yang tahu bagaimana masa yang akan datang. 


Nah, itulah beberapa tips mengelola keuangan untuk anak milenial dan generasi Z. Untuk dapat memiliki kondisi keuangan yang sehat, kamu harus belajar menahan diri jangan sampai boros, selain itu kamu juga harus mengalokasikan uang untuk dana darurat dan mulailah menabung atau berinvestasi.