Beberapa Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Naik Turun Harga Saham

Faktor Yang Mempengaruhi Naik Turun Harga Saham


omiska.com - Naik turunya harga saham memang hal yang wajar dan lumrah terjadi kapan saja. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor ketersediaan dan adanya permintaan. Semua harga saham dapat mengalami perubahan harga tanpa terkecuali. 

Bisa jadi saham yang diyakini harganya stabil dancenderung meningkat dapat turun secara drastis, dan sebaliknya saham dengan harga yang tidak stabil dan cenderung menurun dapat meningkat secara siginifikan. Ada dua faktor yang menyebabkan harga saham naik dan turun, yakni faktor internal dan faktor eksternal. 

Faktor internal adalah permasalahan atau suatu penyebab yang muncul didalam tubuh perusahaan. Sedangkan faktor eksternal sebaliknya yakni penyebab yang timbul di luar perusahaan yang biasanya tidak lepas dari ekonomi makro. 

Diantara dua faktor yang telah disebutkan diatas, yang sangat mempengaruhi harga saham adalah faktor eksternal. Nah untuk lebih memahami apa saja faktor internal dan faktor eksternal yang dapat membuat harga saham naik dan turun, simak penjelasan berikut ini. 


Faktor Internal


1. Fundamental Perusahaan

Perusahaan yang memiliki fundamental yang baik akan cenderung sahamnya naik, sebaliknya jika perusahaan memiliki fundamental yang buruk akan mempengaruhi saham yang cenderung menurun dari waktu ke waktu. 

2. Aksi Korporasi Perusahaan

Aksi korporasi perusahaan maksudnya seperti kebijakan yang diterapkan jajaran manajemen, yang akan berdampak pada hal yang sifatnya fundamental. Misalnya seperti merger antara perusaahaan, akususi, divestasi dan lain sebagainya. 

3. Performa Perusahaan Dimasa Yang Akan Datang

Performa perusahaan dapat menjadi acuan bagi para investor untuk menganalisis perusahaan, tentu hal ini dapat dilihat dari langkah baru perusahaan yang tentunya dengan tujuan untuk menunjang fundamental perusahaan. 

Faktor yang biasanya menjadi sorotan adalah tingkat rasio hutang, dividen tunai, price to book value (PBV), tinggat keuntungan atau laba perusahaan, dan earnings per share (EPS). 

Earnings per share (EPS) yang tinggi berpotensi akan diborong oleh paar investor, hal ini akan memungkinkan harga saham meningkat secara signifikan. 

Bagi perusahaan yang sedang bertumbuh kembang biasanya memiliki tingkat rasio hutang dan PBV yang lebih tinggi. Biasanya perusahaan yang sedang tumbuh kembang ingin mencari pendanaan dari para investor. Namun jangan salah, perusahaan seperti inilah yang paling banyak diminati oleh investor karena jika hasil analisis yang bagus maka saham perusahaan itu dapat memberikan return yang tinggi karena dimasa yang akan datang kapitalitasi pasarnya dapat meningkat. 

Faktor Eksternal


1. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah ternyata dapat mempengaruhi harga saham, walaupun kebijkan tersebut belum diterapkan atau baru di wacanakan. Misalnya seperti kebijakan ekspor atau impor, kebijakan utang, perseroan, kebijakan baru untuk Penanaman Modal Asing (PMA). 

2. Kepanikan Investor

Biasanya investor akan mencari tahu bagaimana aksi atau langkah perusahaan untuk dapat memprediksi atau memperkirakan perubahan harga saham yang dimiliki. Ketika para investor membaca berita permasalahan pada perusahaan, tentu ini akan memicu kepanikan para investor dan akhirnya mendapatkan dorongan untuk menjual sebagian atau seluruh saham perusahaan yang bersangkutan. 

Karena kepanikan, para investor sudah tidak peduli dengan harga saham mereka cenderung lebih takut lebih rugi jika tidak segera menjual saham. Tentu fenomena Panic Seeling ini akan memperngaruhi turunnya harga saham. 

Namun hal ini biasanyanya sangat sering dilakukan oleh inverstor pemula, bagi mereka yang melihat kemungkinan-kemungkinan negatif saham perusahaan, mungkin  akan menganlisis terlebih dahulu apakah saham perusahaan yang bersangkutan masih layak dipegang atau sebaiknya dijual. 

3. Manipulasi Pasar

Manipulasi pasar juga dapat mempengaruhi naik dan turunnya harga saham. Manipulasi pasar biasanya dilakukan oleh investor-investor yang memiliki modal yang besar dan segudang pengalaman yang memanfaatkan media masa untuk memberitakan kondisi perusahan dengan tujuan untuk menurunkan atau menaikkan harga saham. 

4. Fluktuasi Kurs Rupiah (Terhadap Mata Uang Asing)

Fluktuasi kurs mata uang juga dapat memberikan dampak positif dan negatif untuk perusahaan, yang memiliki beban utang dengan mata uang asing. Tindakan Import ataupun perusahaan yang memiliki beban mata uang asing dapat dirugikan karena melemahnya mata uang dalam negeri, karena akan meningkatkan biaya operasional. Tentu hal ini juga dapat mempengaruhi penurunan harga saham, contohnya seperti melemahnya mata uang Rupiah terhadap USD sering melemahkan harga saham yang dampaknya juga akan dialami oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 


Itulah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi naik dan turunnya harga saham. Menjadi keharusan untuk para investor untuk terus memantauu pergerakan saham. Dengan mengetahui dan mencermati faktor-faktor yang telah kita bahas diatas, mungkin para investor dapat lebih antisipasi untuk mengurangi resiko kerugian dan dapat mengambil langkah yang tepat.