Iklan Atas Artikel

8 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Melamar Kerja

 

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Melamar Kerja

omiska.com - Ketika melamar pekerjaan, hasilnya akan ditentukan dalam waktu tertentu maupun secara mendadak. Ketika mendapat kabar bahwa kamu diterima diperusahaan yang kamu inginkan, maka hal ini menjadi kabar yang menggembirakan. 

Lantas, bagaimana jika kamu ditolak? Apapun jawabannya pasti ada something wrong bukan? baik itu dalam kemampuan yang kamu deskripsikan di surat lamaran atau cv. 

Ketika kamu yakin bahwa kamu masuk kriteria kandidat yang dibutuhkan oleh perusahaan dari sektor manapun, namun tetap saja kamu tidak mendapatkan panggilan kerja? mungkin saja ada kesalahan saat kamu melamar pekerjaan.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat melamar kerja, yang harus kamu perhatikan sebelum  mengirim berkas. 


1. Salah Mencantumkan Nama Perusahaan

Salah mencantumkan nama perusahaan? kok bisa sih? 

Mungkin bisa jadi karena kamu telah banyak melamar pekerjaan sana-sini, namun kamu lupa untuk mengganti nama perusahaan di surat lamaran. Biasanya ini terjadi karena surat lamaran memiliki isi yang sama, namun ketika ingin mengirimkan kepada perusahaan para kandidat tinggal mengubah nama perusahaan, dan posisi yang inginkan. 

Untuk itu, sebelum mengirimkan berkas lamaran ada baiknya teliti terlebih dahulu dari atas hingga kebawah. Jika ini terjadi, maka tidak heran berkas kamu ditolak sehingga kamu tidak kunjung mendapatkan berita bagus.


2. Tidak Mencantumkan Posisi 

Setiap pengumuan lowongan pekerjaan (loker) yang biasanya didapat lewat website resmi maupun media sosial, pastinya tercantum satu atau beberapa posisi pekerjaan. Untuk itu, pada surat lamaran cobalah untuk mencantumkan posisi yang kamu inginkan sesuai yang tercantum dalam loker yang kamu dapatkan.

Selain mencantumkan posisi di surat lamaran, kamu juga wajib mencantumkan posisi pekerjaan pada subject email jika kamu mengirimkan berkas lewat email. 

Baca juga : Cara Melamar Kerja Melalui Email Yang Benar


3. Menulis Surat Lamaran Dengan Tulisan Tangan

Dijaman sekarang ini segalanya serba mudah, bahkan untuk membuat surat saja dapat dilakukan dengan menggunakan komputer. Namun, masih ada kandidat yang masih membuat surat dengan tulisan tangan sendiri. 

Untuk membuat surat lamaran kerja, lebih baik menggunakan komputer yang dapat kamu ketik dengan rapi di Microsoft Office Word. Disana juga banyak tool yang dapat kamu gunakan, supaya surat lamaran lebih rapi dan profesional.

Hal ini tidak berlaku bagi perusahaan yang meminta surat lamaran pekerjaan yang ditulis dengan tulisan tangan, atau surat lamaran untuk mengikuti tes seleksi PNS. 


4. Tidak Melampirkan Dokumen Pendukung

Seperti yang kita ketahui, lamaran pekerjaan tidak cukup jika hanya dari surat lamaran pekerjaan dan cv saja. Selain surat lamaran pekerjaan dan cv, kandidat juga harus melampirkan dokumen pendukung seperti fotocopy KTP, KK, Ijazah, Transkip nilai, SKCK, Surat bebas narkoba dan dokumen pendukung lainnya sesuai yang dicantumkan dalam kabar loker seperti sertifikat dan foto postcard. 

Sebelum mengirimkan berkas, lebih baik terliti dulu dengan apa yang telah kamu persiapkan dan pastikan semua sudah tersedia. 


5. Mencantumkan Gaji Yang Diharapkan

Ini kesalahan yang cukup fatal, dan biasanya dilakukan oleh para pencari kerja pemula. Dalam membuat surat lamaran pekerjaan, mencantumkan jumlah gaji yang diharapkan sangatlah tidak etis. Besaran jumlah gaji yang diharapkan akan ditanyakan saat wawancara / interview. 


6. Tidak Menandatangani Surat Lamaran

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan oleh para pencari kerja adalah, tidak mendatangani surat lamaran pekerjaan. Ini bisa terjadi karena lupa atau sengaja tidak menandatangani surat karena merasa tidak penting, padahal ini merupakan hal sederhana yang wajib diperhatikan.


7. Tidak Mencantumkan Nomor Telepon dan Email

Mengingat ini zaman yang serba mudah karena perkembangan teknologi, perusahaan tidak lagi memanggil atau memberi kabar ke kandidat saat diterima dalam seleksi tertentu. Untuk itu, kamu jangan samapai lupa mencantumkan nomor telepon atau email aktif supaya perusahaan dapat lebih mudah menghubungimu untuk memberikan kabar.

Pastikan nomor telepon memang benar-benar aktif. dan usahakan nama email menggunakan nama email yang formal yang terdiri nama lengkap kamu dan angka saja. 


8. Tidak Mencantumkan Apapun Pada Amplop (Berkas lamaran)

Saat kamu ingin mengirimkan berkas secara langsung ke perusahaan, maupun melalui jasa pengiriman barang tentunya kamu akan memasukan semua dokumen didalam amplop besar. Namun, sebagian para pecari kerja tidak mencantumkan apapun di amplop yang berisi dokumen, hal ini biasa tejadi saat memberikan berkas ke perusahaannya langusung. 

Kamu dapat menuliskan nama perusahaan yang lengkap, alamat perusahaan, nama lengkap kamu, posisi yang ingin dilamar disudut kiri atas amplop coklat. 

Akhir kata, itulah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat melamar pekerjaan khususnya bagi para pencari kerja pemua. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan serta dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang telah kita bahas diatas. 

Iska Maulana A Content Creator, Designer CAD 3D & Mechanical Engineering. I like technology!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel